Tvkn1.com|| BOGOR
Pemerintah Kabupaten Bogor terus menaruh perhatian serius terhadap penyelamatan dan pelestarian aset-aset bersejarah yang tersebar di wilayahnya.
Langkah nyata tersebut ditunjukkan oleh Bupati Bogor, Rudy Susmanto, saat melakukan kunjungan kerja langsung ke lokasi bangunan bersejarah SDN Cileungsi 02 di Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor.
Pemerintah daerah berkomitmen melakukan langkah pemugaran serta revitalisasi secara menyeluruh terhadap fisik bangunan sekolah tersebut.
Langkah ini diambil guna memastikan bahwa situs warisan sejarah dan cagar budaya daerah tetap terjaga utuh, tidak rapuh dimakan usia, serta dapat diwariskan secara layak kepada generasi penerus bangsa.
Bangunan gedung SDN Cileungsi 02 selama ini dikenal memiliki nilai historis yang amat tinggi dalam rekam jejak perjuangan masyarakat Bogor.
Gedung yang sebelumnya difungsikan sebagai sarana pendidikan sekolah dasar tersebut kini telah secara resmi ditetapkan statusnya sebagai bangunan cagar budaya oleh Pemerintah Kabupaten Bogor.
Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan bahwa momentum peninjauan dan rencana pemugaran ini terasa sangat pas dengan suasana peringatan bulan Agustus yang identik dengan semangat kemerdekaan dan penghormatan terhadap jasa para pahlawan.
Kita tentunya hari ini berkunjung ke SDN Negeri 2 Cileungsi, salah satu bangunan bersejarah yang ada di Kabupaten Bogor.
Terakhir peruntukannya digunakan oleh SDN Negeri 2 Cileungsi, tetapi untuk mengamankan aset bersejarah di Bogor supaya anak cucu kita ke depan masih bisa melihat, masih bisa mempelajari sejarahnya, maka kita akan melakukan revitalisasi total SDN Negeri 2 Cileungsi,” katanya kepada awak media (6/8/2026).
Dia menjelaskan, bahwa proses pemugaran fisik cagar budaya memerlukan pendekatan khusus yang berhati-hati agar nilai historis dan karakteristik arsitektur lamanya tidak hilang.
Rudy Susmanto menjelaskan bahwa target utama pemerintah adalah mengembalikan tampilan fisik gedung ke bentuk aslinya tanpa merusak nilai sejarah yang melekat.
“Kita mengembalikan ke bentuk aslinya, walaupun tidak otentik 100%, minimal menyerupai. Kalaupun dari para pelestari budaya melihat ada sesuatu hal yang kurang, berikan saran, berikan masukan, untuk kita sempurnakan bersama-sama,” ucapnya
Pemerintah Kabupaten Bogor juga membuka diri terhadap masukan, kritikan, serta saran konstruktif dari para budayawan, akademisi, dan komunitas pelestari cagar budaya.
Kolaborasi ini dinilai penting agar detail pemugaran bangunan dapat mendekati kondisi orisinalnya.
“Setelah proses revitalisasi total selesai dilaksanakan, kompleks bangunan cagar budaya ini diproyeksikan menjadi ruang publik bersejarah yang edukatif,” tutup.
Red

