Search
Close this search box.
Wednesday, 4 February 2026

Sejarah   Indonesia  14  Menteri  Ekonomi  RI  Mengundurkan  Diiri Tahun  1998

Tvkn1.com || JAKARTA
Jakarta, ndonesia – Pejabat negara mengundurkan diri dalam waktu berdekatan bukan hal baru di Indonesia. Sejarah mencatat, Indonesia pernah mengalami pengunduran diri yang tak hanya melibatkan satu atau dua pejabat, melainkan terjadi secara serentak dan melibatkan 14 menteri, mayoritas dari bidang ekonomi.
Peristiwa itu terjadi pada 20 Mei 1998 di tengah krisis moneter yang meluluhlantakkan fondasi ekonomi nasional. Nilai tukar rupiah ambruk, inflasi melonjak, perbankan limbung, dan kepercayaan publik terhadap pemerintah nyaris habis. Pada hari itu, Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri Ginandjar Kartasasmita memimpin rapat para menteri ekonomi di Gedung Bappenas, Jakarta.

Rapat tersebut bukan pertemuan rutin. Dalam buku Managing Indonesia’s Transformation (2013), Ginandjar menuturkan diskusi itu merupakan kelanjutan dari perbincangan intens sejak pagi hari bersama menteri, jurnalis, dan pelaku usaha. Semua membahas satu hal yang sama, yakni Indonesia sedang bergerak menuju jurang krisis ekonomi dan politik tanpa peta jalan keluar.

Di forum Bappenas, Ginandjar memaparkan kondisi ekonomi nasional secara gamblang. Kesimpulannya tegas. Jika dibiarkan, Indonesia berpotensi kolaps. Pandangan itu diamini hampir seluruh menteri yang hadir. Hanya satu yang menyatakan keberatan, yakni Menteri Negara Agraria/Kepala BPN Ary Mardjono.

Dari kesadaran kolektif itulah keputusan besar diambil. Ginandjar menyampaikan niatnya mundur dari Kabinet Pembangunan VII, yang baru diresmikan Presiden Soeharto empat hari sebelumnya. Namun keputusan itu tidak berdiri sendiri. Satu per satu menteri lain menyatakan sikap serupa.

Hari itu, 14 menteri sepakat menarik diri. Mereka adalah Akbar Tandjung, A.M. Hendropriyono, Giri Suseno Hadihardjono, Haryanto Dhanutirto, Ginandjar Kartasasmita, Kuntoro Mangkusubroto, Justika Baharsjah, Rachmadil Bambang Sumadhijo, Rahardi Ramelan, Subiakto Tjarawerdaya, Sanyoto Sastrowardoyo, Sumahadi, Theo L. Sambuaga, dan Tanri Abeng.

Dalam pernyataan bersama, mereka menyebut pembentukan kabinet baru tidak akan menyelesaikan akar persoalan krisis. Pernyataan ini menjadi pukulan telak bagi Soeharto, bukan hanya secara administratif, tetapi juga simbolik. Bahwa kepercayaan elite ekonomi terhadap kepemimpinannya telah runtuh.

Sejarawan Robert Edward Elson dalam Soeharto: A Political Biography (2017) mencatat, Soeharto terkejut dan terpukul. Langkah para menteri berada di luar skenario kekuasaan yang telah disusunnya. Padahal, Soeharto masih berencana mengumumkan Kabinet Reformasi pada 21 Mei 1998 sebagai upaya menyelamatkan legitimasi.

Upaya menahan laju pengunduran diri pun dilakukan. Wakil Presiden BJ Habibie dalam Detik-detik yang Menentukan (2006) mengungkapkan dirinya sempat meminta para menteri tetap bertahan. Namun keputusan sudah bulat.

Kehilangan dukungan dari para menteri kunci dan elite politik, Soeharto akhirnya memilih mengakhiri kekuasaannya. Pada 21 Mei 1998, sehari setelah pengunduran diri massal tersebut, Soeharto menyatakan mundur sebagai Presiden Republik Indonesia.”tutup.

Red tvkn1.com

Berita Terbaru

Duga’an  Kuat   Kosumsi  Tramadol  Pemuda  Nekat  Maling   Rokok   Di  Peumahan  Wahana  Pelaku  Tertangkap   Warga   Dan   Hampir  Di  Hakimi  Masa
03 Feb

Duga’an  Kuat   Kosumsi  Tramadol Pemuda  Nekat Maling   Rokok   Di  Peumahan  Wahana Pelaku  Tertangkap   Warga   Dan   Hampir  Di  Hakimi  Masa

Tvkn1.com ||  CIKARANG Cikarang Selatan, - Warga Perumahan Wahana, Blok C9, RT 08/09, Desa Sukadami, Cikarang Selatan, kembali dan terulang

Sejarah   Indonesia  14  Menteri  Ekonomi  RI  Mengundurkan  Diiri Tahun  1998
01 Feb

Sejarah   Indonesia  14  Menteri  Ekonomi  RI  Mengundurkan  Diiri Tahun  1998

Tvkn1.com || JAKARTA Jakarta, ndonesia - Pejabat negara mengundurkan diri dalam waktu berdekatan bukan hal baru di Indonesia. Sejarah mencatat, Indonesia

Polres Metro Bekasi Tangkap 21 Pengedar Obat Terlarang,Sita Ribuan Pil dan Uang Rp 7,5 Juta
30 Jan

Polres Metro Bekasi Tangkap 21 Pengedar Obat Terlarang,Sita Ribuan Pil dan Uang Rp 7,5 Juta

Polres Metro Bekasi Tangkap 21 Pengedar Obat Terlarang, Sita Ribuan Pil dan Uang Rp 7,5 Juta Tvkn1.com ll Kabupaten Bekasi

Pemdes Cilangkara Bentuk Panitia Pengisian BPD Masa Bakti 2026 – 2034
30 Jan

Pemdes Cilangkara Bentuk Panitia Pengisian BPD Masa Bakti 2026 – 2034

Pemdes Cilangkara Bentuk Panitia Pengisian BPD Masa Bakti 2026–2034 Tvkn1.com ll Serang Baru— Pemerintah Desa (Pemdes) Cilangkara menggelar musyawarah desa

Jalan  Provinsi  Di  Bekasi  Rusak  Parah, Anggaran  Pemeliharaan  Dipertanyakan
26 Jan

Jalan  Provinsi  Di  Bekasi  Rusak  Parah, Anggaran  Pemeliharaan  Dipertanyakan

Tvkn1.com ll KABUPATEN BEKASI — Ruas Jalan KH Ma’mun Nawawi, salah satu jalan provinsi di Kabupaten Bekasi, mengalami kerusakan berat

Menanti “Napas” Booster PDAM Cibarusah: Proyek Terbengkalai, Warga Tetap Krisis Air.
24 Jan

Menanti “Napas” Booster PDAM Cibarusah: Proyek Terbengkalai, Warga Tetap Krisis Air.

  TV1KN​ - CIbarusah, Kab. Bekasi || – Asa ribuan warga di pelosok Kecamatan Cibarusah untuk menikmati layanan air bersih

Menu

berita

Lainnya

© 2026 TVKN1.COM. All rights reserved. Design by sukaweb.site