Search
Close this search box.
Thursday, 15 January 2026

Mengaku Dipecat Sepihak: Neti Akan PTUN- kan BAZNAS Garut

” Menggugat Ketidakadilan, Neti Siap Bawa Kasusnya ke PTUN untuk Mencari Keadilan yang Hilang. “

Tvkn1.cm || Garut – Hj. Neti Yuliawati, S.IP., M.Si. seorang Amil Pelaksana di Baznas Garut, menyatakan kekecewaannya setelah menerima Surat Keputusan (SK) pemecatan dari Ketua Baznas. Ia merasa pemecatan tersebut dilakukan secara sepihak dan tanpa dasar hukum yang jelas. “Saya mempertanyakan surat pengunduran diri, karena tidak pernah sekali pun memberikan surat pengunduran diri,” ungkapnya.

Neti menjelaskan bahwa permasalahan pribadi yang dihadapinya tidak ada kaitannya dengan pekerjaannya di Baznas. Masalah tersebut murni urusan bisnis pribadi yang telah diselesaikan. “Semua urusan pribadi saya selesaikan secara pribadi tanpa keterlibatan Baznas,” tegasnya.

Pimpinan Baznas meminta Neti untuk mundur, meskipun ia telah menyelesaikan masalah tersebut. Namun, ia tetap dianggap tidak mampu menyelesaikan permasalahan. “Mereka tetap ‘keukeuh’ bahwa saya tidak bisa menyelesaikan masalah,” jelasnya.

“Di SP1 dan SP2, isinya saya banyak ijin dan permasalahan pribadi. Pernah diskorsing selama 30 hari untuk menyelesaikan masalah pribadi saya. Selama 30 hari saya mencoba menyelesaikan dan Alhamdulillah ada bukti-buktinya telah menyelesaikan masalah itu,” papar Neti.

Dalam proses pemecatan, Neti hanya menerima SP1 dan SP2, tanpa adanya dokumen SP3 sebelum SK pemberhentian dikeluarkan. Ia menyatakan bahwa isi kedua dokumen tersebut sudah dilaksanakan, namun tetap diberhentikan. “Selama 30 hari diskorsing, saya berusaha menyelesaikan masalah itu,” tegasnya.

Neti juga mengaku tidak menerima gaji bulan terakhir setelah SK Pemberhentian dikeluarkan. Ia merasa dirugikan karena pesangon yang dijanjikan juga belum diterimanya. “Saya mau minta seadil-adilnya dan akan melakukan upaya hukum,” tandasnya.

Ket : Surat Keputusan Ketua BAZNAS Garut, Atas Pengunduran Neti (sumber: Harian Garut)

Saat menerima SK Pemberhentian, Neti diminta menandatangani kwitansi kosong yang tidak diketahui peruntukannya. “Sebagai pegawai, saya tidak mungkin menolak karena itu pimpinan,” katanya. Hal ini menunjukkan adanya ketidaktransparanan dalam proses pemecatan.

Isu yang beredar menyebutkan bahwa pemecatan Neti terkait dengan kepentingan tertentu di dalam Baznas Garut. Selain alasan asmara yang tidak dipenuhi, ada rumor bahwa posisi Neti akan digantikan oleh orang lain yang memiliki koneksi dengan pimpinan Baznas.

Dari sudut pandang hukum, pemecatan Anggota BAZNAS diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, pasal 23 yang pada pokoknya pemecatan dilakukan apabila telah diberikan SP3.

Prosedur pemecatan harus dilakukan secara adil dan transparan, dilakukan dengan hormat atau tidak dengan hormat berdasarkan pelanggaran disiplin atau kinerja yang tidak memadai. Dalam hal ini, jika Neti tidak melanggar ketentuan yang berlaku, pemecatannya dapat dianggap sewenang-wenang.

Neti berhak untuk mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) jika merasa dirugikan oleh keputusan tersebut. Proses hukum ini penting untuk memastikan bahwa hak-hak pegawai dilindungi dan keputusan yang diambil sesuai dengan ketentuan hukum.

Kasus ini mencerminkan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengambilan keputusan di lembaga publik seperti Baznas. Keterbukaan informasi mengenai proses pemecatan akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah.

Dengan langkah hukum yang akan diambil oleh Neti, diharapkan dapat memberikan preseden bagi pegawai di lingkungan BAZNAS lain untuk memperjuangkan hak-hak mereka dalam menghadapi tindakan sewenang-wenang dari atasan. Hal ini penting untuk menjaga integritas lembaga pemerintah dan melindungi hak-hak ASN.

Secara keseluruhan, pemecatan Neti harus dievaluasi berdasarkan prosedur yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan terkait kepegawaian. Jika terbukti melanggar ketentuan tersebut, maka keputusan itu dapat dibatalkan melalui jalur hukum.

Penulis: Cepy

Berita Terbaru

Kades  Jonggol   Yofi  Harap  MBG  Perkuat  Program  Desa  Zero  Stunting
13 Jan

Kades  Jonggol   Yofi  Harap  MBG  Perkuat  Program  Desa  Zero  Stunting

Tvkn1.com ||  JONGGOL  JAWA  BARAT  Kepala Desa Jonggol , H. Yofi Mohamad Safri, S.E., M.Si., menaruh harapan besar pada kehadiran

Gokilll  Aat  Sikat  64  tim  Dengan  Poin  1  Brotherlend  Billyard  Citra  Jadi  Saksi  Bisu
11 Jan

Gokilll  Aat  Sikat  64  tim  Dengan Poin 1 Brotherlend  Billyard  Citra  Jadi  Saksi  Bisu

Tvkn1.com ||  JONGGOL  JAWA  BARAT Menjelang  tahun  baru  2026 , di  awal  bulan  Brother Billiards  adakan  turnamen  se- citra  indah 

Gokilllll  Aat  Sikat  64  Tim ,  Dengan  Poin 1  Brotherlend  Billyard  Citra  Jadi  Saksi  Bisu
11 Jan

Gokilllll Aat Sikat 64 Tim , Dengan Poin 1 Brotherlend Billyard Citra Jadi Saksi Bisu

  Tvkn1.com ||  JONGGOL  JAWA  BARAT Menjelang  tahun  baru  2026 , di  awal  bulan  Brother Billiards  adakan  turnamen  se- citra 

Diduga LKS Masih Diperjualbelikan di SMPN 1 Cibarusah
10 Jan

Diduga LKS Masih Diperjualbelikan di SMPN 1 Cibarusah

Tvkn1.com ll CIBARUSAH — Dugaan praktik penjualan Lembar Kerja Siswa (LKS) masih ditemukan di sejumlah sekolah menengah pertama (SMP) di

Diduga Ada Pungli PKL di Citra Indah City Jonggol, Setoran Rp 125 per Minggu
10 Jan

Diduga Ada Pungli PKL di Citra Indah City Jonggol, Setoran Rp 125 per Minggu

Diduga Ada Pungli PKL di Citra Indah City Jonggol, Setoran Rp 125 Ribu per Minggu Tvkn1.com ll Bogor – Dugaan

Pungli Pedagang Kaki Lima di Citra Indah Jonggol, Setoran Capai Rp 500.000 per Bulan
09 Jan

Pungli Pedagang Kaki Lima di Citra Indah Jonggol, Setoran Capai Rp 500.000 per Bulan

Tvkn1.com ll JONGGOL— Kawasan Perumahan Citra Indah City, Desa Singajaya, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, selama ini dikenal sebagai salah satu

Menu

berita

Lainnya

© 2026 TVKN1.COM. All rights reserved. Design by sukaweb.site