Tvkn1.com || JONGGOL BOGOR JAWA BARAT , perumaha citra indah salah satu di antaranya yang mengelolah dapur umum komplek Eduloews Rt10/09
Untuk program Makan Bergizi Gratis
( MBG) memang harus steril dan higenis ,
pasalnya yang awak media tvkn1 menemukan kejanggalan dalam menyajikan makan , akan tetapi terlihat sangat aneh , kenapa tutup omprengnya memakai tutup plastik?.
Ada beberapa kejanggalan saa di konfirmasi ke relawan sebut saja ( Y) saat beetemu dengan awaķ media tvkn1
menegaskan , memang tutupnya plastik ” ucapnya.
“Sambung ( Y) kami di sini hanya relawan dan klo urusan tutup ompreng kami tidak tau “katnya jum’at (5/12/2025)
Untuk ompreng program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang standar itu seharusnya stainless steel, jadi tidak disarankan pakai tutup plastik karena bisa memicu masalah kesehatan akibat zat kimia yang larut saat panas, meski plastik PP food grade aman untuk penggunaan tertentu, standar program MBG mewajibkan bahan stainless steel untuk keamanan dan kehigienisan maksimal.
Alasan Kenapa Sebaiknya Tidak Pakai Tutup Plastik:
• Standar Program MBG: Badan Gizi Nasional mensyaratkan ompreng MBG berbahan stainless steel, bukan plastik, untuk memastikan keamanan pangan.
• Risiko Kesehatan: Pemanasan makanan dalam wadah atau tutup plastik bisa menyebabkan migrasi zat kimia berbahaya (seperti BPA atau ftalat) ke makanan, yang berpotensi memicu masalah hormonal, bahkan kanker.
• Kualitas Makanan: Plastik bisa menyerap bau dan rasa, serta sulit dibersihkan sempurna, berbeda dengan stainless steel yang higienis.
Solusi:
• Gunakan wadah stainless steel asli yang sesuai standar program MBG, karena ini adalah pilihan paling aman dan tahan lama.
• Jika terpaksa menggunakan plastik, pastikan itu adalah jenis food grade yang tahan panas (PP) dan tidak digunakan untuk memanaskan, hanya untuk menyimpan, serta tidak retak atau rusak.
Intinya, demi kesehatan dan memenuhi standar program, sebaiknya gunakan ompreng stainless steel atau wadah kaca, bukan plastik.
Penggunaan ompreng (kotak bekal) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan tutup plastik, yang menyalahi standar wajib berbahan stainless steel, dapat dikenakan sanksi administratif hingga penutupan dapur penyedia makanan. Sanksi ini diberikan karena pelanggaran terhadap standar keamanan pangan dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Jenis Sanksi dan Aturan
BGN telah menegaskan bahwa seluruh ompreng yang digunakan dalam program MBG harus memenuhi standar keamanan dan mutu tertentu, termasuk bahan pembuatnya.
• Standar Wajib: Ompreng yang resmi dari BGN dan digunakan dalam program MBG diwajibkan berbahan dasar stainless steel 304, termasuk tutupnya.
• Pelanggaran: Penggunaan tutup plastik dianggap sebagai pelanggaran standar karena berisiko terkait keamanan pangan dan ketidaksesuaian spesifikasi (sering disebut “ompreng palsu” atau tidak sesuai SOP).
Bagi pihak penyedia (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi/SPPG atau mitra pelaksana) yang melanggar aturan ini, sanksi yang dapat diberikan meliputi:
• Teguran: Peringatan awal untuk segera mematuhi standar yang berlaku.
• Penutupan Dapur: Jika pelanggaran terulang atau dianggap fatal, BGN mengancam akan menutup permanen dapur penyedia MBG yang masih “nakal” atau tidak sesuai SOP.
Aturan ini diberlakukan untuk menjamin keamanan dan mutu gizi makanan yang didistribusikan kepada masyarakat, sesuai dengan Peraturan Pemerintah tentang Keamanan Pangan.
Saampai berita ini di tayangkan , belum bisa bertemu pemilik dapur umum atau sppg tersebut atau yayasan Eneas ” tutup.
Red

