Jalan Terlalu Sempit Sempat Ganjal Pembangunan, Kades Tanjungrasa Berharap Bankeu 2026 Tuntaskan Konektivitas Antar-Desa

TVKN1.com ||  TANJUNGRASA
BOGOR — Langkah besar tengah disiapkan Pemerintahan Desa Tanjungrasa, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, demi mendongkrak konektivitas wilayah.

Kepala Desa Tanjungrasa menyampaikan harapan yang begitu besar terhadap realisasi Bantuan Keuangan (Bankeu) Pemerintah Kabupaten Bogor tahun anggaran 2026 agar segera digelontorkan ke desanya ( 21/9/2026)

Dana bantuan tersebut rencananya akan difokuskan untuk program pembukaan serta pelebaran akses jalan yang melintasi dua titik strategis, yakni Kampung Pasir Ringgit dan Kampung Darma. Pelebaran ruas jalan ini memegang peranan krusial, sebab dirancang agar nantinya terhubung langsung dengan Jembatan Bojong Geureuh menuju Kampung Bunder di Desa Sukarasa.

Namun di balik rencana besar tersebut, tersimpan kendala klasik yang selama ini dikeluhkan oleh pemerintah desa. Selama ini, jalur yang diincar untuk pelebaran tersebut statusnya masih berupa jalan desa dengan lebar yang sangat terbatas. Akibat akses jalan yang terlampau kecil, pengajuan pembangunan jembatan yang sempat diajukan pada periode 2024 hingga 2025 lalu terpaksa tertunda dan belum bisa terealisasi.

“Selama ini akses jalannya terlalu kecil, dan itu menjadi kendala utama kenapa pengajuan pembangunan jembatan sebelumnya belum bisa terealisasi,” ungkap Kepala Desa Tanjungrasa.

Melalui kucuran Bankeu 2026 mendatang, hambatan fisik di lapangan diyakini bisa segera diurai. Tidak hanya berhenti pada pelebaran jalan dan pembangunan jembatan penghubung antar-desa, pihak desa bahkan telah menyiapkan langkah strategis lanjutan. Setelah infrastruktur jalan tersebut rampung dan memenuhi standar, ruas jalan desa ini rencananya akan dihibahkan kepada Pemerintah Kabupaten Bogor agar statusnya resmi naik menjadi jalan kabupaten.

Warga dan pemdes berharap dukungan penuh dari Pemkab Bogor dapat segera terealisasi. Dengan terbangunnya infrastruktur yang terintegrasi ini, hambatan mobilitas masyarakat dapat teratasi sepenuhnya, roda perekonomian lokal kian berputar kencang, dan distribusi hasil bumi di wilayah Bogor Timur menjadi jauh lebih lancar ” tutup.

[Adit]