Kejari  Kabupaten  Bekasi   Berhasil Tangkap  Kades  Sumberjaya  Dan  Perangkat  Desa  , Diduga  Gelapkan  Dana  Desa  2,6  Miliar   Untuk   Bermain  Judi  Online

 

Tvkn1.com || Bekasi  Jawa  Barat
Baru – baru  ini  terungkap  kejari  kab  Bekasi  gerak  cepat  , atas  terbongkaranya
beberapa  perangkat  Desa  Sumberjaya, Tambun  Selatan , Kabupaten  Bekasi, termasuk  penjabat  kepala  desa , diduga menggelapkan  dana  desa  senilai  Rp  2,6 miliar. 
Dana  tersebut  diduga  dipakai  untuk bermain  judi  online.

Kejaksaan  Negeri  Kabupaten  Bekasi telah  menahan  para  tersangka  atas kasus  korupsi  ini.
Kepala  Seksi  Pidana  Khusus,  Ronald Thomas,  menyatakan  dugaan  kuat bahwa  sebagian  besar  uang  hasil penggelapan  tersebut  digunakan  untuk berjudi  secara  daring (11/9/2025).


Kepala  Kejaksaan  Neger i Kabupaten Bekas i Eddy  Sumarman  mengatakan, keempat  orang  tersebut  yaitu  Pj  Kepala Desa  Sumberjaya  periode  14  Juni 2023-12  September  2024.

Kedua  Sekretaris  Desa  Sumberjaya Tahun  2024  berinisial  SJ . Lalu,  GR selaku  Kaur  Keuangan  Desa  Sumberjaya Periode  Januari  sampai  Agustus  2024. Terakhir , seorang  berinisial  MSA  selaku Direktur  CV  Sinar  Alam  Inti  Jaya.

Para  tersangka  disangka  melanggar Primair  Pasal  2  Ayat  (1 ) Jo . Pasal  18 Undang-Undang  Republik  Indonesia Nomor  31  Tahun  1999  Tentang Pemberantasan  Tindak  Pidana  Korupsi sebagaimana  diubah  dengan  Undang-Undang  Republik  Indonesia  Nomor  20 Tahun  2001  Tentang  Perubahan  atas Undang-Undang  Republik  Indonesia Nomor  31  Tahun  1999  Tentang Pemberantasan  Tindak  Pidana  Korupsi Jo.

Pasal  55  Ayat  (1)  Ke-1  KUHPidana, Subsider  Pasal  3  Jo.  Pasal  18 U ndang-Undang  Republik  Indonesia  Nomor  31 Tahun  1999  Tentang  Pemberantasan Tindak  Pidana  Korupsi  Sebagaimana diubah  dengan  Undang-Undang  Republik Indonesia  Nomor  20  Tahun  2001 Tentang  Perubahan  atas  Undang-Undang Republik  Indonesia  Nomor  31  Tahun 1999  Tentang  Pemberantasan  Tindak Pidana  Korups i Jo.  Pasal  55  Ayat  (1) Ke- 1  KUHPidana.

Kasus  ini  mengungkapkan  lemahnya pengawasan  terhadap  penggunaan  dana desa  dan  mencerminkan  adanya kerentanan  integritas  di  tingkat pemerintahan  desa.
Kejaksaan  mendorong  agar  pengawasan dan  pengelolaan  dana  desa  diperketat agar  kasus  serupa  tidak  terulang ” tutup

Red